Asal muasal nama desa Miau Merah yaitu berasal dari nama seseorang yang bernama Miau.

Berhubungan dengan Bapak Miau ini bertempat tinggal di tepi Sungai yang airnya berwarna merah kemudian di ambillah penggabungan antara nama beliau tersebut di atas dengan nama sungai itu, dan di namailah derah tersebut dengan nama Miau Merah.

Awalnya miau merah merupakan sebuah daerah yang berpendudukan masyarakat yang tempat tinggalnya masih jauh-jauh jaraknya. Masyarakat atau penduduk Kampung Miau Merah awalnya masih terpisah-pisah tempat tinggalnya dan jauh-jauh tempat tinggalnya.

Pada kepemimpinan Bapak Lio Agung Aman di tahun 1975 penduduk Miau Merah di Kumpulkan disuatu Kampung yang di beri nama Kampung Miau Merah dengan jumlah Kepala Keluarga kurang lebih 30 KK, 30 KK tersebut masih terbagi menjadi dua tempat yaitu tempat yang diberi nama Nanga Miau dan Jelemuk.

Dengan seiring berjalannya waktu, pada tahun 1988 terjadi perubahan tatanan kepemerintahan dari 25 Kepala Kampung (termasuk kampung miau merah) untuk se-Kecamatan Silat Hilir terjadi penggabugan (GROUPING DESA) yang sesuai dengan Undang-undang nomor 25 tahun 1979. Sehingga pada tahun tersebut bergantilah nama Kampung Miau Merah menjadi Desa Miau Merah.

Miau Merah berubah menjadi sebuah Desa terjadi pada tahun 1988 yang disebut dengan GROUPING DESA pada masa kepemimpinan Bapak Effendi dengan SK pada 07 Januari 1988. Pada tanggal tersebut ditetapkanlah Ulang Tahun Desa Miau Merah karena pada tanggal tersebutlah Miau Merah pertama kali menjadi sebuah Desa. Tergrouping nya Desa Miau Merah terdiri dari 2 (dua) Dusun yaitu Dusun Sungai Canggai dan Dusun Bersatu. Kemudian pada tahun 1995 Desa Miau Merah terjadi penambahan wilayah dusun, karena pada saat itu, terjadi pelepasan UPT IV dan UPT V ke Pemerintah Daerah. Mengingat wilayah Transmigrasi UPT IV dan UPT V berada di Wilayah Adat Desa Miau Merah. Maka digabunglah kedalam Pemerintahan Desa Miau Merah dengan dinamakan Dusun Panca Usaha 1 (PU 1) dan Panca Usaha 2 (PU 2) untuk UPT IV, Cempaka Sari untuk UPT V. Sedangkan untuk wilayah Jelemuk dan Simpang Silat masih tergabung di Dusun Bersatu, dengan jumlah Kepala Keluarga 100 (seratus) KK untuk keseluruhan Desa Miau Merah. Tetapi untuk Dusun Sungai Canggai pada tahun 2002 terjadi pelepasan wilayah dari Desa Miau Merah. Ditahun 2012 akhir masa kepemerintahan Bapak Effendi terjadi pemekaran Dusun bertambah Dusun Jelemuk dan Dusun Sidorejo.